Pemilihan nama domain yang akan digunakan memang gampang-gampang susah. Bila nama domainnya tepat, peringkat kita bisa terkatrol pada hasil pencarian search engine. Pemilihan domain yang tepat juga dapat memudahkan kita di masa mendatang. Maka, jangan pernah asal dalam memilih nama domain. Emang sih, kita berhak untuk gonta-ganti nama domain. Namun, masalah yang biasa terjadi saat ganti nama domain adalah re-publikasi domain yang baru. Dan yang paling repot adalah bila kita telah mencantumkan nama domain lama kita pada ATK, kartu nama, souvenir, dan sebagainya.
Misal, kita mempunyai program promosi dengan pembagian souvenir berupa pena dan block note kepada konsumen. Souvenir tersebut memuat nama domain lama kita. Saat kita telah menggunakan nama domain yang baru, ternyata kita belum punya souvenir baru yang up to date. Dengan sangat terpaksa sekali (hehe, lebay), untuk sementara kita memberikan souvenir yang out to date (yang memuat domain lama-red) kepada konsumen. Bila di kemudian hari, sang konsumen tertarik untuk mengunjungi website kita, dan dia menuju ke url yang ia dapat dari souvenir lama kita, maka apa yang akan terjadi? Yup, dia tidak tahu jika url tersebut sudah usang. Dan hal semacam ini sering direlasikan dengan ketidak-profesionalan kita.
Walaupun kita tetap bisa menyewa nama domain lama kita, untuk kemudian dialihkan ke nama domain kita yang baru, namun alangkah baiknya bila kita menentukan nama domain yang tepat terlebih dahulu, baru kemudian me-publikasikannya. Berakit-rakit dahulu, berenang-renang kemudian. Untuk membantu menentukan nama domain yang tepat, silakan dibaca hasil penelitian yang kulakukan berikut ini. Hayah, sudah bergaya kayak peneliti aja, hehe.
Aturan Penamaan Domain
Berikut beberapa kriteria penamaan sebuah nama domain yang kuambil dari pandi.or.id. Untuk lebih lengkapnya, silakan dibaca di http://www.pandi.or.id/kriteria-penamaan atau sumber lainnya. Nih beberapa aturannya:
- Nama domain terdiri dari alphabet "A-Z","a-z", angka "0-9", dan karakter "-". (RFC819).
- Nama domain selalu diawali dengan alphabet (RFC819). (kenyataannya boleh lebih diawali angka-red)
- Nama domain minimum dua karakter.
- Panjang nama domain tidak lebih dari 26 karakter.
Domain Regional atau Domain Internasional?
Dalam artikel ini, aku akan membedakan nama domain menjadi dua kategori, yaitu: domain regional atau cc-TLD (country-code Top-Level Domain), seperti .id (Indonesia), .my (Malaysia), .sg (Singapura) dan domain internasional, yaitu: domain g-TLD/generic-TLD (seperti .com, .info), domain s-TLD/sponsored (seperti .asia, .museum), dll. Untuk lebih jelas tentang penggolongan nama domain, silakan dibaca di referensi yang kusertakan di akhir artikel ini.
Menurut berbagai sumber, penggunaan domain internasional akan lebih dihargai oleh search engine. Bila memungkinkan, maka gunakanlah domain internasional saja. Namun penggunaan domain regional juga gak masalah kok. Mengapa? Karena domain regional sepertinya mendapatkan nilai plus dari search engine bila kita menggunakan search engine untuk regional tertentu (paling tidak di google).
Bingung? Hehe, aku juga bingung neranginnya gimana, tapi kalo lihat contohnya pasti gak bingung deh. Misal, kita akan mencari kata 'arigato'. Menurut kamu, kira-kira website apa yang akan muncul di halaman pertama hasil pencarian? Kalau menurutku, pasti halaman dengan domain .jp (jepang-red). Hm, tapi ternyata saat kubuka google.com dan memasukkan keyword arigato, tidak satupun webiste dengan domain .jp yang muncul di halaman pertama, kedua, bahkan ketiga. Screenshotnya ada di gambar sebelah kiri. Sedang bila menggunakan google.co.jp, terdapat beberapa domain .jp yang muncul di halaman pertama. Lihat gambar sebelah kanan. Klik aja bila gak keliatan.
Blog ini pun juga menggunakan domain regional Indonesia kok, yaitu .web.id. Mengapa? Ya, karena aku sangat cinta sekali (lebay lagi) produk Indonesia ::thumbsup::. Halah, padahal sebenarnya karena harga sewanya cuman 25 ribu doang deng, hehe. Jadi kesimpulannya, penggunaan nama domain regional atau internasional, tidak ada masalah. Bila target pasarnya cuman satu regional saja, maka penggunaan domain regional malah menguntungkan lho.
Logikanya, bila kita ingin mencari artikel dalam bahasa Indonesia, maka kita akan cenderung memilih menggunakan google.co.id ketimbang google.com. Paling tidak, begitulah yang kulakukan. Sombong sedikit ah, nih preview blogku nongol di halaman pertama. Dari hasil pencarian yang berjumlah ribuan (jutaan bahkan), blogku yang cuman pake .web.id aja dengan tenangnya bisa ngalahin website-website yang pakai domain internasional kok, hehe. Coba tengok urlnya, yup, google.co.id.

Pemilihan Top Level Domain
Struktur nama domain bisa dibagi menjadi 3, yaitu top-level domain, second-level domain, dan third-level domain atau sering disebut dengan subdomain. Misal ada nama domain rudyhartadi.web.id, maka yang disebut TLD adalah .id, SLD (lebih tepatnya cc-SLD-red) adalah .web, sedang subdomainnya adalah rudyhartadi. Pokoknya diurutkan dari belakang. Pada hakekatnya, kita hanya bisa memilih nama domain pada level SLD ( bila tidak menggunakan cc-SLD-red), dan pada level third-level domain/subdomain. Sedang nama pada TLD, kita hanya bisa memilih nama yang sudah ditentukan oleh pihak yang berwenang, yaitu IANA (Internet Assigned Numbers Authority).
Nah, bila kita ingin usaha lewat internet, maka penggunaan TLD .com atau .co.id adalah pilihan yang tepat. Jangan sampai salah relasional antara TLD dengan fungsinya. Bila kita ingin membuat sebuah blog pribadi, maka penggunaan domain .com kurasa kurang tepat. Ya, tidak ada aturannya sih. Tapi, karena .com berelasi dengan comercial, maka blog yang menggunakan .com akan dianggap bersifat komersil. Contohnya, bila seandainya ada blog dengan domain rudyhartadi.com, maka aku akan mengira-ira blog itu akan berisi banyak sekali iklan, pop up, dan sebagainya. Padahal belum tentu begitu kan?!
Nah, sebisa mungkin sesuaikan TLD dengan tujuan web/blog kamu. Penggunaan .com juga mempunyai kelebihan tersendiri sih. Yaitu, saat kita tidak tahu suatu domain berTLD apa, maka bisa dipastikan, kita akan menganggap berakhiran .com. Betul?
Penulisan Keyword pada Nama Domain
Saat kita menentukan nama domain apa yang akan kita sewa, penggunaan keyword sebagai nama domain adalah pilihan yang tepat. Misal, kita akan membuat sebuah toko buku online, maka kita dapat menggunakan domain toko-buku-online.com, buku-murah.com, book-shop.com, buku-diskon, dsb. Lihat gambar di bawah, nama domain yang sesuai dengan keyword pencarian dicetak tebal.

Penggunaan Nama Perusahaan/Organisasi
Bila kamu telah memiliki nama perusahaan atau organisasi atau komunitas atau, yah semacamnyalah, maka lebih baik gunakan nama itu saja. Jangan korbankan nama yang telah dibuat dengan susah payah, hanya demi menuliskan keyword di dalam nama domain. Masih banyak jurus seo yang lainnya kok. Jadi, jangan korbankan nama organisasimu demi menggunakan satu jurus seo, sedangkan masih banyak jurus yang lain.
Penggunaan nama organisasi bukan berarti kita tidak boleh mencantumkan keyword lho. Sah-sah saja kok, kalau kita juga menggunakan keyword bersamaan dengan nama organisasi. Contohnya adalah toko buku Gramedia (gramediaonline.com), Gunung Agung (tokogunungagung.co.id), Palasari (palasarionline.com) dan Toga Mas (togamas.co.id).
Penamaan yang Unik dan Mudah Diingat
Tips terakhir, gunakan nama yang unik, yang mempunyai ciri, yang lain dari yang lain, yang..., ya gitu deh. Bahkan, nama yang aneh sekalipun juga gak papa. Contoh yang nyata adalah tokomahal.com yang merupakan toko buku online milik jasakom.com. Dengan kenyataan bahwa buku yang dijual emang benar-benar mahal, nama tersebut menjadi mudah diingat. Mengapa? Karena, kita cenderung mengingat sesuatu yang 'ter'. Terutama bila ter yang berkonotasi negatif, seperti termahal, terjelek, teraneh, dan ter-ter lainnya.
Unik bukan berarti ribet. Pemakaian domain yang simpel dan mudah diingat akan memudahkan target kita dalam mengingat alamat kita. Namun, bila memang ingin menggunakan nama domain yang ribetpun tidak masalah. Siapa tahu karena susah diingat tersebut, pengunjung malah mempunyai kemauan untuk mengingatnya. Merupakan suatu kehormatan bila ada orang yang berusaha untuk mengingat nama kita.
Dari uraian panjang di atas, dapat ku simpulkan bahwa tidak ada aturan yang harus diikuti dalam penamaan nama domain. Tentu saja aturan penaman seperti pada awal artikel (hanya alphabet, angka, dan karakter '-') wajib dipatuhi. Di luar itu, terserah kamu untuk menggunakan nama domain apa saja. Semoga artikel yang cukup panjang ini dapat membantu kamu dalam menentukan nama domain yang tepat.
Sampai jumpa di artikel seo berikutnya. Terima kasih.
Referensi: