Rudy Hartadi Webs beta » Beranda » Keajaiban Makhluk » Kerumitan Ekor Cambuk pada Bakteri

Download

Visitor Tracker

Total Hits: 280521
Online: 8
Today: 86
Month: 1252
Unique: 72201

Jaldis Shop

Jaldis Shop

Rakha Styleshop

Rakha Styleshop - Toko Online Kecantikan Wanita

WhizKids

Fornext Technology

Fornext Technology - 	
Lembaga Pendidikan Teknologi & Pengembangan Diri untuk anak-anak (SD, SMP, SMA).

Kos Semarang

Kosemarang.com - Info Kost, Kontrakan, dan Homestay untuk wilayah Semarang.

Aeohost

Melekweb Institute - Panduan, Tips dan Review, yang Membuat Anda Sukses Bisnis Online.
 

Kerumitan Ekor Cambuk pada Bakteri

Ditulis pada Kamis, 5 Februari 2009 00:00:00 | Dibaca sebanyak : 724 kali

Bakteri adalah organisme satu sel. Ukurannya sangat kecil. Ia hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop. Dan jika ingin melihat detailnya, dibutuhkan mikroskop berkekuatan tinggi untuk mengamatinya. Meski berukuran mikro, bakteri menyimpan keajaiban tersendiri. Salah satunya adalah ekor cambuk (flagella).

Beberapa bakteri menggunakan ekor cambuk untuk bergerak di lingkungan berair. Alat ini tertanam pada membran sel dan memungkinkan bakteri untuk bergerak ke arah yang ditentukannya dengan kecepatan tertentu.

Para ilmuwan telah cukup lama mengetahui keberadaan ekor cambuk ini. Namun, penelitian lebih rinci tentang ekor cambuk ini cukup mengejutkan mereka. Yaitu, bahwa ekor cambuk bergerak dengan menggunakan 'motor hidup' yang sangat rumit dan bukan dengan gerak getaran sederhana sebagaimaa diyakini sebelumnya.

Mesin yang menyerupai baling-baling ini bekerja berdasar prinsip yang sama dengan motor listrik. Ekor cambuk memiliki dua bagian utama: satu bagian bergerak (rotor) dan satu bagian diam (stator).

Namun, ekor cambuk berbeda dengan sistem kehidupan lainnya yang menghasilkan gerak mekanik. Bakteri tidak memanfaatkan energi yang tersimpan dalam molekul ATP. Sebaliknya, ia memiliki sumber tenaga khusus, yakni energi dari aliran ion yang menembus membran sel terluarnya.

Bentuk bagian dalam motor ini sangat rumit. Sekitar 240 protein yang berbeda bekerja membangun ekor cambuk. Setiap protein ditempatkan dengan kecermatan tinggi. Para ilmuwan telah menetapkan bahwa protein-protein tersebut membawa sinyal yang menghidupkan atau mematikan motor, membentuk suatu persendian yang bentuknya sangat kecil, dan mendorong protein lainnya yang menghubungkan ekor cambuk dengan membran sel. Model-model yang dibuat untuk menyimpulkan kerja sistem tersebut sudah cukup untuk menggambarkan kerumitan sistem ini.

Ekor cambuk bakteri menjadi bukti nyata bahwa pada makhluk yang dianggap 'terbelakang', makhluk yang berupa sel tunggal, terdapat rancangan yang luar biasa dan amat rumit.

"Dan katakanlah, 'Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan'." (QS An-Naml:93)

Sumber: Majalah Ar-Risalah edisi 90

Komentar untuk artikel ini

Belum ada komentar untuk artikel ini.
Kirim Komentar
Nama :
Website/E-mail :
Komentar :
Sisa Karakter:
 

Recent Comments

tito: bro adnan kacamata ne apapun diliat jd terlihat ma...
yudis: harddisk drive saya kebakar atau bisa dibilang han...
Angky: ,gimana cara membuka file berformat .exe di nokia ...
aryu hanifah: mas mau tanya,, cara merubah subnet mask dari 255....
eko: aku mau nanya, boleh minta cara bikin menu bilanga...
krisna: mas.mo tanya komputer saya setiap saya shut down k...
arwan: bos...minta bantuannya dong... ceritanya ane mau k...
ghofar: met pagi pak rudi.. pak maw tanya ne... klo maw ny...
Zyus Andre: Mas mau tanya ... apa keuntungan makai DNS Cisco d...
Enggar: Bgmn cara mngaktfkan bluetooth yg terkunci / tdk b...


ping ip