Rudy Hartadi Webs beta » Beranda » Keajaiban Makhluk » Gumpalan Air Ribuan Ton

Download

Visitor Tracker

Total Hits: 280509
Online: 8
Today: 85
Month: 1251
Unique: 72200

Jaldis Shop

Jaldis Shop

Rakha Styleshop

Rakha Styleshop - Toko Online Kecantikan Wanita

WhizKids

Fornext Technology

Fornext Technology - 	
Lembaga Pendidikan Teknologi & Pengembangan Diri untuk anak-anak (SD, SMP, SMA).

Kos Semarang

Kosemarang.com - Info Kost, Kontrakan, dan Homestay untuk wilayah Semarang.

Aeohost

Melekweb Institute - Panduan, Tips dan Review, yang Membuat Anda Sukses Bisnis Online.
 

Gumpalan Air Ribuan Ton

Ditulis pada Rabu, 2 Desember 2009 01:36:46 | Dibaca sebanyak : 1010 kali

Lihatlah gumpalan awan di angkasa. Mereka tampak ringan, seperti kapas bergumpal. Terbang melayang tertiup angin. Apakah mereka benar-benar ringan?

Tentu saja tidak, sebab awan terbentuk dari butiran-butiran air yang bisa mencapai berat 300.000 ton. Kita baru sadar akan banyaknya air yang terkumpul di awan saat turun hujan lebat.

Setiap hari, ribuan ton air menguap dari laut, danau, sungai, dan muka bumi lainnya. Karena lebih ringan dari udara, uap air ini naik ke atas. Pada ketinggian tertentu, uap air dalam udara yang panas bercampur dengan udara yang dingin, dan berubah menjadi butiran-butiran air dan membentuk awan. Allah menurunkan hujan dari awan raksasa ini untuk memberi kehidupan bagi bumi.

Dalam al-Quran, Allah telah memberitahukan bagaimana awan menyebabkan hujan: "Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan turun dari celah-celahnya..." (QS An-Nur:43)

Air hujan yang turun ke bumi amatlah jernih dan bersih. Ia juga mengandung sejumlah kecil garam dan mineral-mineral. Hal ini sungguh merupakan rahmat dari Allah, karena tanah menerima garam dan mineral yang ia perlukan dari air hujan.

"...dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih." (QS Al-Furqan: 48)

Andaikan saja air yang dari lautan mengandung lebih banyak garam, maka air hujan menjadi sangat berbahaya bagi kehidupan. Jika air hujan sangat asin (mengandung garam lebih banyak) ia akan membuat layu tanah dan tumbuh-tumbuhan, yang akan menyebabkan kematian seluruh makhluk hidup. Namun, hal ini tak pernah terjadi, karena Allah sangat sayang kepada umat manusia.

"Maka terangkanlah pada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan, ataukah Kami yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?" (QS Al-Waqi'ah: 68-70)

Komentar untuk artikel ini

Belum ada komentar untuk artikel ini.
Kirim Komentar
Nama :
Website/E-mail :
Komentar :
Sisa Karakter:
 

Recent Comments

tito: bro adnan kacamata ne apapun diliat jd terlihat ma...
yudis: harddisk drive saya kebakar atau bisa dibilang han...
Angky: ,gimana cara membuka file berformat .exe di nokia ...
aryu hanifah: mas mau tanya,, cara merubah subnet mask dari 255....
eko: aku mau nanya, boleh minta cara bikin menu bilanga...
krisna: mas.mo tanya komputer saya setiap saya shut down k...
arwan: bos...minta bantuannya dong... ceritanya ane mau k...
ghofar: met pagi pak rudi.. pak maw tanya ne... klo maw ny...
Zyus Andre: Mas mau tanya ... apa keuntungan makai DNS Cisco d...
Enggar: Bgmn cara mngaktfkan bluetooth yg terkunci / tdk b...


ping ip