Rudy Hartadi Webs beta » Beranda » Islami » Apakah Anak Hasil Zina Bisa Masuk Surga?

Download

Visitor Tracker

Total Hits: 280512
Online: 8
Today: 85
Month: 1251
Unique: 72200

Jaldis Shop

Jaldis Shop

Rakha Styleshop

Rakha Styleshop - Toko Online Kecantikan Wanita

WhizKids

Fornext Technology

Fornext Technology - 	
Lembaga Pendidikan Teknologi & Pengembangan Diri untuk anak-anak (SD, SMP, SMA).

Kos Semarang

Kosemarang.com - Info Kost, Kontrakan, dan Homestay untuk wilayah Semarang.

Aeohost

Melekweb Institute - Panduan, Tips dan Review, yang Membuat Anda Sukses Bisnis Online.
 

Apakah Anak Hasil Zina Bisa Masuk Surga?

Ditulis pada Senin, 19 Nopember 2007 00:00:00 | Dibaca sebanyak : 942 kali

Apakah anak hasil zina bisa masuk surga jika menjadi hamba yang taat kepada Allah, ataukah dia ditakdirkan masuk neraka untuk selamanya? Dan apakah dia ikut menanggung dosa zina orang tuanya?

Anak hasil zina tidak ikut menanggung dosa karena perbuatan zina dan dosa kedua orang tuanya. Sebab hal tersebut bukan perbuatannya, tetapi perbuatan kedua orang tuanya, karena itu dosanya akan ditanggung mereka berdua. Allah berfirman, "Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya." (Q.S. Al-Baqarah:268)

Dan firman-Nya pula, "Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain." (Q.S. Al-An'am:164)

Berkaitan dengan statusnya dia seperti halnya orang lain. Kalau taat kepada Allah, beramal shalih dan mati dalam keadaan islam, maka mendapat surga. Sedang, jika bermaksiat dan mati dalam keadaan kafir maka ia termasuk penghuni neraka. Dan jika mencampuradukkan antara amal shaleh dan amal buruk serta mati dalam keadaan islam maka statusnya terserah kepada Allah; bisa mendapat pengampunan-Nya atau dihukum di neraka terlebih dahulu sesuai dengan kehendak-Nya, namun tempat kembalinya adalah surga berkat karunia dan rahmat Allah.

Adapun ungkapan yang mengatakan, "Tidak dapat masuk surga anak hasil zina" maka ini adalah hadits maudhu (palsu).

Hanya kepada Allah kita memohon taufik-Nya. Semoga shalawat dan salam tetao tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. (Lajnah ad-Damah Lil Ifta, Fatawa Islamiyah 4/522)



Sumber : Majalah Ar-Risalah

Komentar untuk artikel ini

Banu pada Kamis, 19 Nopember 2009 15:52:29
Setuju mas, kita hanya bertanggung jawab atas amal perbuatan kita sendiri.
rudy-pg pada Senin, 8 Februari 2010 14:37:28
Iya mas. Mantaph!!
Kirim Komentar
Nama :
Website/E-mail :
Komentar :
Sisa Karakter:
 

Recent Comments

tito: bro adnan kacamata ne apapun diliat jd terlihat ma...
yudis: harddisk drive saya kebakar atau bisa dibilang han...
Angky: ,gimana cara membuka file berformat .exe di nokia ...
aryu hanifah: mas mau tanya,, cara merubah subnet mask dari 255....
eko: aku mau nanya, boleh minta cara bikin menu bilanga...
krisna: mas.mo tanya komputer saya setiap saya shut down k...
arwan: bos...minta bantuannya dong... ceritanya ane mau k...
ghofar: met pagi pak rudi.. pak maw tanya ne... klo maw ny...
Zyus Andre: Mas mau tanya ... apa keuntungan makai DNS Cisco d...
Enggar: Bgmn cara mngaktfkan bluetooth yg terkunci / tdk b...


ping ip