Rudy Hartadi Webs beta » Beranda » Blog » Do What You Love, Love What You Do, and Ask What (the Best) To Do

Download

Visitor Tracker

Total Hits: 288981
Online: 6
Today: 48
Month: 4472
Unique: 73972

Jaldis Shop

Jaldis Shop

Rakha Styleshop

Rakha Styleshop - Toko Online Kecantikan Wanita

WhizKids

Fornext Technology

Fornext Technology - 	
Lembaga Pendidikan Teknologi & Pengembangan Diri untuk anak-anak (SD, SMP, SMA).

Kos Semarang

Kosemarang.com - Info Kost, Kontrakan, dan Homestay untuk wilayah Semarang.

Aeohost

Melekweb Institute - Panduan, Tips dan Review, yang Membuat Anda Sukses Bisnis Online.
 

Do What You Love, Love What You Do, and Ask What (the Best) To Do

Ditulis pada Kamis, 22 September 2011 00:22:26 | Dibaca sebanyak : 289 kali

Dalam mencari pekerjaan, sering kita mendengar nasehat Do What You Love, yang maknanya (kurang lebih) lakukan apa yang kau sukai maka engkau tidak akan pernah merasa bosan dalam bekerja. Bila ternyata tidak bisa, maka nasehat berikutnya adalah Try to Love What You Do, yaitu: cobalah mencintai apapun pekerjaanmu saat ini.

Nah, setelah kita berhasil mengerjakan apa yang sesuai dengan passion kita, serta telah mampu mencintai apa yang kita kerjakan, adakah yang perlu kita lakukan lagi? Jawabannya adalah Ya, masih ada satu hal lagi yang sebaiknya juga kita lakukan, yaitu: Ask What (the Best) To Do.

Sudah pernahkah Anda bertanya kepada Sang Maha Perencana mengenai pekerjaan apa yang sebaiknya Anda lakukan agar Anda mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada lebih banyak orang? Bila belum, maka marilah kita mulai bertanya kepada-Nya.

Meminta Petunjuk kepada Sang Pemberi Petunjuk

Sholat istikhoroh, bisa menjadi salah satu cara untuk meminta petunjuk dari-Nya. Dan menurut pak guru, petunjuk itu tidak harus selalu lewat mimpi, bisa juga melalui kemantapan hati untuk mengerjakan sesuatu, dipertemukan dengan para guru kehidupan yang mampu menambah pemahaman kita akan arti kehidupan, dan lain sebagainya. Wallahualam.

Contoh Kasus

Mari kita renungkan sejenak satu contoh berikut. Bila kita saat ini sangat mencintai dunia musik dan kita bisa bermain musik, serta mempunyai kesempatan untuk berkarya di dunia musik, pasti pilihan kita dalam mencari rezeki adalah dengan menjadi seorang musisi atau pekerjaan lain yang berhubungan dengan dunia musik.

Namun, bagaimanakah bila Sang Maha Mengetahui ternyata telah memberikan kita takdir menjadi seorang programmer agar dapat memberikan lebih banyak manfaat kepada lebih banyak orang? Manakah yang akan kita pilih? Menjadi musisi, namun hanya mampu mengerahkan potensi manfaat kita sebanyak 70%, atau menjadi seorang programmer dengan prosentasi potensi kemanfaatan kemampuan kita sebesar 100%? Pasti kita cenderung lebih memilih yang 100%. Betul?! :D

Ketika Hasrat Tak Mampu Dibendung

Bersambung dulu ya... :p

Komentar untuk artikel ini

Aan pada Rabu, 11 Januari 2012 14:16:53
Nice post.. :)
rudy-pg pada Kamis, 12 Januari 2012 19:43:22
Terima kasih mas.
azalika pada Kamis, 12 Januari 2012 17:46:25
thats the nice to read and understanding to keep move on
rudy-pg pada Kamis, 12 Januari 2012 19:42:38
Terima kasih.
Kirim Komentar
Nama :
Website/E-mail :
Komentar :
Sisa Karakter:
 

Recent Comments

poer1211: PAK MASTER RUDY, mhn bantuannya ni.. di netbook q ...
Muadlim: mas..............tanya bagaimana menghapus partisi...
ALIFYA AL ROHIMI: mau nanya .bagaimana cara amoeba memperoleh makana...
aryu: subnet 255.255.255.255.0 yang bisa dirubah menjadi...
bunksu: hp type apa yg gampang mengeluarkan sms yg telah t...
herusularto: tanya bang, koneksi bluetooth itu bisa bertahana l...
Zian: m\'v mw nanya gmna cranya mengetahui berapa banyak...
tito: bro adnan kacamata ne apapun diliat jd terlihat ma...
yudis: harddisk drive saya kebakar atau bisa dibilang han...
Angky: ,gimana cara membuka file berformat .exe di nokia ...


ping ip