Rudy Hartadi Webs beta » Beranda » Blog » Buku Ini Telah Diteliti (Cover, Urutan Halaman, Penjilidan, dlsb)

Download

Visitor Tracker

Total Hits: 280532
Online: 7
Today: 87
Month: 1253
Unique: 72202

Jaldis Shop

Jaldis Shop

Rakha Styleshop

Rakha Styleshop - Toko Online Kecantikan Wanita

WhizKids

Fornext Technology

Fornext Technology - 	
Lembaga Pendidikan Teknologi & Pengembangan Diri untuk anak-anak (SD, SMP, SMA).

Kos Semarang

Kosemarang.com - Info Kost, Kontrakan, dan Homestay untuk wilayah Semarang.

Aeohost

Melekweb Institute - Panduan, Tips dan Review, yang Membuat Anda Sukses Bisnis Online.
 

Buku Ini Telah Diteliti (Cover, Urutan Halaman, Penjilidan, dlsb)

Ditulis pada Minggu, 16 Agustus 2009 10:36:23 | Dibaca sebanyak : 816 kali

Loh, setelah halaman 27, kok langsung halaman 30 ya? Pantesan sudah tak baca berkali-kali, sudah tak bolak-balik, kok masih saja gak mudeng. Lha terus, halaman 28 ama 29-nya ke mana nih? Apa dikorupsi ama penerbitnya? Atau mungkin percetakannya? Atau jangan-jangan toko bukunya mengambil satu halaman berbeda di tiap buku dengan judul yang sama, lalu setelah lengkap, terus dijilid sendiri, dan kemudian dijual? Weleh-weleh, dasar manusia, paling pinter kalau berprasangka buruk. Hihihi.

Lalu, ke manakah ku harus mengadu? A. Toko Buku, B. Penerbit Buku, C. Pencetak Buku, ato D. Penulis Buku? Kirim jawaban Anda selambat-lambatnya kemarin ke-tiitt. Dapatkan souvenir menarik atas partisipasi Anda. Halah, paragraf pembuka yang gak penting banget deh. Cap cus ah.

Pernah beli buku yang (bisa dibilang) gagal produksi? Entah itu karena halamannya ada yang belum tercetak, halamannya ada yang hilang, susunan halamannya kebolak-balik, potongan kertasnya miring, jilid-annya kurang kuat, dlsb? Memang sungguh mengecewakan. Mengapa ini harus terjadi?

Kejadian inilah yang menimpa temanku satu kampus di STMIK ProVisi Semarang. Singkat cerita, si Taufik meminjam buku Fedora Linux ke temanku yang seorang pedjoeang Linux. Beberapa hari kemudian, di sela kesibukan kuliah, ketika kami berkumpul, si Taufik bertanya tentang LVM (Logical Volume Manager). Kok, gak dijelasin sih? Tiba-tiba kok ada istilah LVM? Penulisnya gak bener nih. Begitu kira-kira protesnya.

Aku, yang kebetulan juga sudah pernah membaca buku karangan penulis idolaku tersebut, merasa gak terima dengan keluhannya tersebut, halah. Karena yakin sudah dibahas di suatu sub bab di buku tersebut, aku mencoba membantu mencarikan sub bab tentang LVM tersebut. Barang kali si Taufik membacanya kecepatan.

Setelah beberapa saat mencari, kutarik kesimpulan: "bah, kok gak ada ya? Perasaan aku pernah baca deh." Setibanya di rumah, ku coba mencari lagi di buku copyanku, dan ternyata emang benar ada. Lha tapi kok di buku si pedjoeang linux gak ketemu ya? Q kontak si taufik untuk konfirmasi. Dan kesimpulan akhirnya: "Oalah, lha wong bar halaman 34 langsung 37 owk. Wes jan, apik tenan."

Amanah dalam Berusaha

Apa pelajaran yang dapat diambil dari cerita ini? Dari sisi konsumen, ya tentu saja alangkah baiknya kita memilih-milih terlebih dahulu barang yang akan kita beli. Pastikan kondisinya dalam keadaan yang terbaik, terbagus, teristimewa, ter-, ter-, dan ter- lainnya. Setelah yakin, maka belilah. Jangan sampai hal yang sebenernya sepele, tapi malah menimbulkan penyakit hati di kemudian hari. Lebih baik menginventasikan lima menit waktu kita untuk memilah-milah barang yang akan kita beli daripada kelak kita hidup dalam kebencian, kedengkian, dlsb, disebabkan karena kecacatan barang yang kita beli. Betul!?

Nah, kalo dari sisi penjual atau produsen? Yup, kita harus selalu amanah dalam berusaha. Misal untuk menghindari kisah seperti dalam artikel ini, seandainya kita punya usaha dalam bidang penerbitan atau percetakan, maka kita dapat berikhtiar dengan cara menyediakan suatu divisi khusus yang bertugas mengecek apakah buku yang akan kita jual ke konsumen sudah layak dan tidak cacat produksi.

Walaupun sebagai efek sampingnya, ongkos usaha kita akan bertambah, sehingga mengurangi pendapatan kita, namun sebagai seorang muslim, pasti hal ini akan lebih baik bagi kita. Layaknya pesan nabi Syu'ayb as kepada kaumnya yang tercantum dalam Al Qur'an surat Huud ayat 86: "Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman..."

Sisa keuntungan dari Allah, menurut pendapat ulama ialah keuntungan yang halal dalam perdagangan sesudah mencukupkan takaran dari timbangan. Sedang mencukupkan takaran dari timbangan sendiri dapat bermacam-macam bentuknya. Kisah dalam artikel ini insya Allah dapat dimasukkan ke dalamnya.

Salut untuk penerbit Pro-U Media. Yang alhamdulillah telah melakukan pengecekan terhadap buku terbitan mereka. Dan apabila ternyata masih terdapat kerusakan produksi, mereka bersedia untuk mengganti buku tersebut dengan yang lebih baik. Subhanallah.

Masih banyak contoh yang semoga dapat kita hindari dalam berdagang. Memanipulasi timbangan gendong supaya berat sebelah, waktu digunakan menimbang kelihatan seimbang, namun kenyataannya beratnya kurang beberapa gram. Menggunakan takaran minyak yang sudah penyok, sehingga tidak mencapai 1 liter. Uang kembalian yang kurang, seratus atau dua ratus perak, atau bahkan uang kertas yang sobek dilipatan. Daging gelonggongan. Menukar buah pilihan konsumen dengan buah kualitas jelek dengan alibi menyeimbangkan timbangan. Dan lain sebagainya.

Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk menjauhi kecurangan-kecurangan dalam berdagang. Semoga tulisan singkat ini dapat mengingatkan kita agar selalu berbuat yang terbaik dalam mencari rezeki di jalan-Nya. Amin ya Rabbal alamin.

Referensi: Majalah Ar-Risalah edisi 92

Komentar untuk artikel ini

Rama pada Jum'at, 30 Oktober 2009 21:21:24
Rud, aku aku bagi royalti ne rud!!!!
rudy-pg pada Sabtu, 31 Oktober 2009 17:38:23
Hahaha,
seharuse koe seng nge'i royalti kepadaku,
kan namamu beserta butiknonimu sudah tak publish.
Xixixi.
Kirim Komentar
Nama :
Website/E-mail :
Komentar :
Sisa Karakter:
 

Recent Comments

tito: bro adnan kacamata ne apapun diliat jd terlihat ma...
yudis: harddisk drive saya kebakar atau bisa dibilang han...
Angky: ,gimana cara membuka file berformat .exe di nokia ...
aryu hanifah: mas mau tanya,, cara merubah subnet mask dari 255....
eko: aku mau nanya, boleh minta cara bikin menu bilanga...
krisna: mas.mo tanya komputer saya setiap saya shut down k...
arwan: bos...minta bantuannya dong... ceritanya ane mau k...
ghofar: met pagi pak rudi.. pak maw tanya ne... klo maw ny...
Zyus Andre: Mas mau tanya ... apa keuntungan makai DNS Cisco d...
Enggar: Bgmn cara mngaktfkan bluetooth yg terkunci / tdk b...


ping ip